10 Alasan Kenapa Memilih Diniyyah Al-Azhar?

- Selasa, 08 Februari 2022, 03:37 PM
Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi dan Tebo menjadi pilihan bagi Anda. (DSantri.ID)

DSantri.ID, JAMBI - Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Sobat Dsantri.ID, kali ini kita coba membahas salah satu Pondok Pesantren di Provinsi Jambi yang kini maju dan pesat. Siapa itu? Ya, Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar. 

 

Diawali dengan sekelumit sejarah Diniyyah Al-Azhar yang didirikan oleh seorang perempuan tangguh dibesarkan di Muara Bungo, beliau adalah Dra Hj Rosmaini MS, M.Pd.I. Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi berdiri sejak tahun 1977 yaitu artinya sudah berumur 44 tahun.

Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Ustadz H Moch Hafizh El-Yusufi MM

 Dalam perjalanan waktunya, lembaga pendidikan berbasis Islam, telah memiliki pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan telah memiliki beberapa cabang di Provinsi Jambi seperti di Kota Jambi, dan Kabupaten Tebo.

 Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo telah banyak meluluskan dari alumni yang berkiprah di tengah masyarakat. Lalu apa alasan kita memilih Diniyyah Al-Azhar, simak ulasannya versi Dsantri.ID dibawah ini;

 

10 Alasan kenapa memilih pondok pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo-Jambi:

 

1. Anak Senantiasa Terjaga Sholat 5 Waktu di Masjid, puasa Senin & Kamis, serta Sholat Dhuha, menghafal Al-Qur'an serta ibadah lainnya.

Sobat DSatri.ID, apa yang menjadi paling penting dalam kehidupan kita. Jawabannya adalah anak yang sholeh. Seorang anak yang rajin sholat, rajin beribadah, hafal Al-Qur'an serta berakhlak mulia.

 

Para santri di Diniyyah Al-Azhar selalu diwajibkan tepat waktu saat ke masjid. Baik sholat subuh, sholat dhuha dan ibadah lima waktu lainnya. Kemudian melaksanakan puasa Senin-Kamis, membaca dan menghafal Al-Qur'an.

 

Hal ini bertujuan untuk melatih santri rajin beribadah, dan ketika mereka menempuh pendidikan dari Diniyyah Al-Azhar ini, tetap terbiasa mengerjakan amalan tersebut di rumah. Sehingga akan menjadi kebutuhan bagi diri mereka sendiri disiplin mandiri dan hidup sederhana.

 

2. Anak Terbiasa Disiplin, Mandiri dan Hidup Sederhana

Di Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar berupaya untuk membuat desain konsep program dan kegiatan santri sebaik mungkin. Demi mencetak dan mencetak santri menjadi generasi rabbani. 

 

Kegiatan dan program tersebut didesain atas tiga pilar yaitu, kemandirian, kedisplinan dan kesederhanaan melalui proses pembiasaan dalam konsep aqidah dan tauhid.

 

Santri dibiasakan untuk mandiri, santri biasakan untuk disiplin, dan santri dibiasakan untuk sederhana. Kegiatan ini bertujuan sebagai realisasi setelah menjadi seorang muslim, sehingga lulus dari pesantren santri terbiasa untuk mandiri, disiplin dan sederhana.

 

Diniyyah Al-Azhar memiliki keunggulan-keunggulan yang lainnya Sobat DSatri.ID. Simak ulasannya di bawah ini.

 

3. Anak Dibiasakan Sehari-hari dengan Nilai Islami.

 

Sobat DSantri.ID, Diniyah Al-Azhar selalu memberikan dorongan bimbingan serta arahan kepada para santri dan santriwati untuk memiliki pola kebiasaan yang Islami dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pasti dari kebiasaan yang Islami ini akan melahirkan sikap taqwa, dan membentuk akhlakul karimah. Serta karakter seorang muslim sejati.

 

Kebiasaan yang Islami, diantaranya tidak bicara yang kotor, berbicara yang baik. Belajar untuk jujur ​​mandiri, belajar untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Kemudian belajar peduli, belajar untuk bagaimana menjaga aqidah-nya. Serta belajar bagaimana menjaga amal ibadahnya, menjaga kebersihan, dan pergaulan antar sesama santri.

 

Ada dua faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan karakter peserta didik yang disebutkan sebelumnya. 

 

Adapun faktor internal ini, Diniyyah Al-Azhar akan selalu mengisi jiwa-jiwa santri dengan ilmu, iman dan ihsan. Sehingga apapun yang dilakukan oleh santri akan bernilai ibadah di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.

 

Kemudian faktor eksternal yaitu bagaimana santri terjaga dari lingkungan sekitarnya.

 

Diniyyah Al-Azhar yakin jika anak di dalam lingkungan Pesantren mulai dari makanan terjaga, lingkungan siapa saja dan lingkungan serta lingkungan keluarga.

 

Maka Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo di bawah Divisi Pembinaan, langsung mengawasi perilaku dan sikap santri agar selalu memiliki kebiasaan yang Islami. Sehingga kedepannya melalui kebiasaan Islami tadi, para peserta didik di masa yang akan datang mampu menjadi pribadi yang bertaqwa dan berakhlakul karimah. 

 

4. Anak Dibiasakan Memiliki Kemampuan Kepemimpinan atau Kepemimpinan.

Sobat DSatri.ID, Diniyyah Al-Azhar memiliki keunggulan yakni mengajarkan para santrinya dengan bekal ilmu kepemimpinan. Hal ini cukup agar mereka memiliki bekal yang baik untuk memanaje waktu. Kegiatan yang ditujukan bagaimana menjadi seorang organisatoris yang handal.

 

Hal ini dibuktikan dengan memiliki organisasi santri di pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo, sehingga setiap santri berkesempatan menjadi pemimpin dalam organisasi ini. Dan mereka secara bergiliran setiap tahunnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama. 

 

Ada pula program selanjutnya yaitu pengabdian masyarakat. Dimana Diniyyah Al-Azhar berharap melalui program pengabdian masyarakat ini para peserta didik mampu mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Selain untuk dirinya dan juga bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya dan orang lain. 

 

Alhamdulillah, programnya sudah berjalan seiringnya waktu setiap tahunnya. Serta mendapatkan apresiasi yang cukup baik, bukan saja di lingkup ruang lingkup Provinsi Jambi bahkan ruang lingkup nasional dan internasional di Negeri Jiran Malaysia dan Thailand.

 

Sehingga, program selanjutnya Diniyyah Al-Azhar dikembangkan menjadi program unggulan. Para santri dan santriwati dibekali dengan ilmu kepemimpinan, kedepannya akan memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, serta orang tua dan orang lain.

 

5. Anak akan Terjaga dari Pengaruh Buruk akibat Salah Pergaulan, Narkoba, Kecanduan Game, dan Miras

 

Diniyyah Al-Azhar juga difokuskan pada kepribadian santrinya. Oleh karena itu, Sobat DSatri.ID, lembaga pendidikan ini akan menjaga santrinya dari pengaruh negatif di tengah masyarakat. Seperti yang diketahui bahwa saat ini, generasi muda banyak terpengaruh pergaulan bebas, kecanduan game, merokok, narkoba dan miras. 

 

Hal ini pula, keunggulan dari pondok pesantren, setiap generasi muda di dalam pondok selalu mengupayakan dan dijaga baik sikap, perilaku, serta apapun itu.

 

6 Santri Memiliki Hafalan Al-Qur'an dan Hadist Arba'in

 

Diniyyah Al-Azhar sangat menitikberatkan pendidikan pembinaan di asrama. Dengan cara memprioritaskan memprioritaskan program Tahfidz Al-Qur'an dan hafalan hadist arbain. Untuk di sekolah di SDIT para santri wajib hafal juz 30 dan lima surat pilihan, surat Yasin, surat Ar-Rahman, Surat Al Mulk, surat Al Waqiah, dan surat An-Nur. 

 

Untuk Santri MTs Diniyyah Al-Azhar harus selesai menghafal Al-Qur'an sebanyak 3 juz, dan MA Diniyyah Al-Azhar menghafal Al-Qur'an sebanyak minimal 5 juz, ditambah dengan hafalan hadist arbain. Hal ini agar menjadi modal santri agar bisa melanjutkan universitas jenjang.

 

7. Santri dapat memilih jurusannya (Sains, Sosial dan Dirosat Islamiyah wal Arabiyah) serta dapat melanjutkan pendidikan sesuai keinginannya.

 

Sobat Dsantri.ID, Diniyyah Al-Azhar memiliki tiga jurusan yang bisa dipilih, pertama jurusan IPA dan teknologi, kedua jurusan IPS dan Dirosat Islamiyah wal Arabiyah. 

 

Diniyyah Al-Azhar memiliki program pembinaan yang dipersiapkan bagi semua peserta didik agar mereka bisa melanjutkan pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri.

 

8. Santri lulus mendapatkan ijazah pondok dan Kemenag RI dan Sertifikat Keahlian

 

Sobat DSantri.ID, perlu diketahui bahwasanya Diniyyah Al-Azhar dalam melahirkan generasi Rabbani. Santri wajib menyelesaikan berbagai macam proses pendidikan, ketika mereka mau lulus.

 

Para santri ini selain dapat ijazah pondok dan Kemenag RI, juga mendapat ijazah seperti ijazah Tahfidz Al-Qur'an, ijazah keahlian komputer, ijazah tata boga/keputrian, PPM, Internship, ekskul, dan ijazah bahasa Arab, Bahasa Inggris, mentoring, dan tidak kalah pentingnya mereka juga mendapatkan ijazah yang tersertifikasi oleh Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

 

Sehingga dalam syarat kelulusan Diniyyah Al-Azhar ditekankan bahwa mereka memiliki keahlian sebagai syarat kelulusan dari Pondok Pesantren.

 

Keahlian yang mereka miliki itu akan membantu tidak hanya bekal di tengah masyarakat tetapi, bilamana ketika mereka menginginkan kuliah di kampus favorit, salah satu hal nilai tambah jika mendaftar ke jalur undangan atau kampus yang membutuhkan para santri berprestasi.

 

9. Santri! Ilmu umum Oke, Apalagi Ilmu Agamanya

 

Diniyyah Al-Azhar Bungo merupakan salah satu pondok pesantren yang terbesar di Provinsi Jambi.

 

Ini merupakan suatu kebanggaan bagi santriwan dan santriwati yang tentunya ingin mondok di Diniyyah Al-Azhar. Hal ini pula yang dijamin dengan kegiatan pembelajaran, fasilitas dan kualitas yang dijamin oleh lembaga itu. 

Diniyyah Al-Azhar Bungo-Jambi memiliki tiga pengelompokan pembelajaran yaitu antara lain yaitu pembelajaran berpikir untuk anak-anak melalui daripada pembelajaran pembelajaran yaitu pembelajaran umumnya. 

 

Kemudian pertanyaan emosional yaitu untuk anak-anak dapat mengontrol emosinya, saat mereka bersosialisasi dengan lingkungan, teman dan murobbinya. Saling membantu dan membantu membantu, juga dapat mengontrol kepintaran emosionalnya dalam bersosialisasi dengan teman-temannya. 

 

Pertanyaan spiritual ketiga menjadi tujuan utama tentunya Bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta'ala melaksanakan ibadah baik yang wajib dikerjakan secara berjamaah ataupun tidak juga dilaksanakan. 

 

Tentu saja manfaat dari anak santriwan dan santriwati berada di Al Azhar Muara Bungo dari 3 aspek tersebut, bisa menjadi satu kesatuan yang anak-anak siap menghadapi tantangan zaman.

 

Apalagi Sobat DSatri.ID, saat ini sangat dibutuhkan kemandirian, kepintaran dan kecerdasan kecerdasan cara berpikir secara aktif inovatif dan kreatif.

 

Selanjutnya, Sobat DSantri.ID, Diniyyah Al-Azhar menitikberatkan inovasi pada inovasi dibandingkan santriwan dan santriwati yang terdapat salurannya. 

 

Pertama adalah ekstrakurikuler wajib akademik dan selanjutnya ekstrakurikuler adalah di mana anak santriwan dan santriwati bisa bebas memilih salah satu dari ekstrakurikuler. Sehingga kreativitas sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing

 

Ekstrakurikuler wajib di antaranya adalah Pramuka, PMR, dan Marching Band. Terutama Pramuka adalah salah satu daripada keunggulan ekskul dari santri. Karena banyak mengukir prestasi baik Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional.

 

10. Santri Memiliki Teman yang Banyak dan Terbingkai dalam Ukhuwah Islamiyah

 

Sobat, DSatri.ID, siapa yang tidak ingin generasi penerusnya bisa memiliki akhlak yang baik. Anak-anak kita nanti tetap berperilaku dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran agama Islam yang saling menjaga, saling bersilaturahmi. Jika semua hal diatas dikerjakan oleh santri maka insya Allah dalam pergaulan baik di dalam pondok terpenting adalah Ukhuwah Islamiyah yang dijaga. (Redaksi)


Tags

Artikel Terkait

X