DSantri.ID, JAKARTA - Puncak acara Grand Final Pemilihan Kepala Madrasah dalam rangka mendukung Hari Guru Nasional dan dengan tema "Guru Peduli Cerdaskan Anak Negeri" dengan hasil terbaik. Kepala Madrasah Aliyah Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi, Ustadz Sunandar, S.Si berhasil menyabet juara 3 Nasional.
Kegiatan Grand Final Pemilihan Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kemudian Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani, Direktur GTK M Zain, Dirjen, Dubes Australia dan pejabat Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta undangan.
Dalam kesempatan itu Ustadz Sunandar menerima Anugerah juara 3 Nasional dalam katagori Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional, serta uang pembinaan senilai Rp3 juta dari Kemenag RI. Yang diserahkan oleh Bpk Amrullah Direktur PAIS, Kemenag RI.
Sementara Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi, Ustadz H.Moch Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM menyampaikan apresiasi terhadap yang telah diraih oleh Kepala Madrasah Aliyah Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz Sunandar.
"Selamat untuk Pak Sunandar, Insyallah menjadi motivasi MA terus berupaya mewujudkan mutu terbaik," ungkap Ustadz, Selasa (30/11).
Sedangkan Ustadz Sunandar mengucapkan rasa syukur tak terkira atas yang diraihnya. Dimulai dari proses seleksi hingga masuk Grand Final Kepala MA dan meraih juara 3 Nasional GTK (Guru & Tenaga Kependidikan) Madrasah Berprestasi Kemenag RI tahun 2021.
"Ya Allah, hamba bersyukur dan tak menyangka. Berbagai macam proses yang dilakukan hingga presentasi di Jakarta. Pengembangan karakter kepemimpinan siswa melalui program unggulan 'Praktek Pengabdian Masyarakat' di MAS Diniyyah Muarabungo Jambi hingga terpilih juara 3. Alhamdulillah, "pengungkapan.
"Ucapan terima kasih kepada Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Ustadz H.Moch Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM yang telah memberikan dukungan dan Arahan. Sehingga sukses dalam mengikuti seleksi Kepala Madrasah Aliyah berprestasi tingkat Nasional," ucap Sunandar penuh haru.
Dijelaskan Ustadz Sunandar, proses menuju puncak, dimulai dari seleksi tahap satu yakni portofolio guru-prestasi individu kepala, sertifikat diklat Kepala Madrasah prestasi, SK aktif organisasi eksternal madrasah, teknis penilaian supervisi guru serta rekomendasi Kemenag Bungo.
"Kemudian dalam perjalanan seleksi tahap kedua dengan penilaian karya tulis Penelitian Tindakan Sekolah dan Grafis. Dilanjutkan dalam tahap ketiga, momentum, presentasi karya tulis dan esai tentang biografi prestasi dan inovasi Kepala Madrasah," jelasnya. (merah)