Menyambut 1 Abad Diniyyah Putri Padang Panjang, Refleksi Hadirnya Diniyyah Al-Azhar Bungo

- Rabu, 21 Juni 2023, 11:37 AM
Ibu Rahmah El-Yunusiyyah dan Umi Dra Hj Rosmaini MS M.PdI

DSantri.ID, Jambi - Pada 1 November 2023 mendatang, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, genap berusia 100 tahun. Artinya lembaga pendidikan khusus untuk anak perempuan itu berusia satu abad.

 

Menapak perjalanan panjang dalam sepuluh dasawarsa, sungguh sangat luar biasa. Beragam zaman yang dilintasi, membutuhkan ketangguhan, semangat juang, kreativitas. Tidak banyak lembaga pendidikan yang bisa melintasi berbagai zaman, sejak dari penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, waktu berjuang mempertahankan kemerdekaan, zaman revolusi dan orde lama, orde baru, hingga sampai ke era reformasi.

"Di luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan Mesir, perguruan tinggi yang melewati usia satu abad itu sudah biasa. Bahkan ada yang mencapai seribu tahun. Tapi tidak begitu dengan Indonesia. Kita berhadapan dengan zaman yang berat dan terjajah. Tapi Diniyyah Puteri bisa tetap eksis," kata Ketua Yayasan Rahmah El-Yunusiyyah Prof. Dr. Nadirman Haska. Yayasan inilah yang kini menaungi Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dikutip dari Kompasiana.com.

 

Peran penting dari Diniyyah Puteri Padang Panjang tak lepas dengan kehadiran dari Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi. Lembaga Pendidikan Diniyyah Al-Azhar dalam perkembangan dan perjalanannya. Pendiri Diniyyah Al-Azhar yakni Umi Dra Hj Rosmaini MS, M.Pd.I merupakan binaan langsung perempuan hebat Tek amah (Ibu Rahmah El Yunusiyyah), pendiri Pondok Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Medio 1977 Umi Rosmaini mulai merintis perguruan Diniyyah Puteri Muarabungo dengan berbekal surat mandat dari Pimpinan Diniyyah Puteri Padang Panjang Hj Isnaniah Saleh, di lokasi Tanjung Gedang, Pasar Muarabungo, di rumah Almarhum H Ramli.

Kala itu, boleh dikatakan luar daripada biasa, seorang perempuan yang sering dianggap lemah dan cukup hanya didapur saja, namun bagi Umi Hj Rosmaini MS malah sebaliknya. 

Dengan pendirian teguh, beliau berusaha sekuat tenaga, membabat hutan dan turun langsung membersihkan hutan. Demi cita-cita beliau mendirikan lembaga pendidikan Islam di Bumi langkah Serentak Limbai Seayun ini.

 

Kembali ke Diniyyah Puteri Padang Panjang, kiprahnya luar biasa untuk bangsa dan patut diapresiasi, sebab negara dan pemerintah berutang kepada Perguruan Diniyyah Puteri, karena kiprahnya yang tak terhitung sejak berdiri hingga sekarang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El-Muhammady mengatakan, Diniyyah Puteri tetap berkomitmen untuk menciptakan tenaga pendidik, teknokrat, politisi, pengusaha, dan ilmuwan perempuan tanpa melakukan dikotomi terhadap ilmu pengetahuan.

 

Menurutnya, Rahmah yang mendirikan Diniyyah Puteri ketika masih berusia 23 tahun, memiliki komitmen kuat dan berkontribusi besar untuk kejayaan bangsa ini, sejak dari masa penjajahan sampai kepada perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

 

''Kiprahnya nyata dalam perjuangan kemerdekaan, mengajarkan toleransi, mendukung Sumpah Pemuda 1928, mendirikan dan memimpin Batalyon Merapi, orang yang pertama mengibarkan bendera Merah Putih di Kota Padang Panjang, doktor pertama dari Universitas Al-Azhar Kairo, inisiator wanita kuliah di Al-Azhar, dan sebagainya,'' katanya. (redaksi/berbagai sumber)


Tags

Artikel Terkait

X