DSantri.ID, Bungo - Kembali Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi menggelar kegiatan Islamic Youth Development Program, "Leadership Fun Training" santri kelas XII MA Diniyyah Al-Azhar. Kegiatan berlangsung dimulai 19 - 25 September 2022.
Wakil Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi, Ustadz HM Zulfadhli El-Yusufi, Lc, M.Pd menyampaikan beberapa poin penting yang ditujukan kepada para santri, diantaranya.
Yang perlu ditekankan kembali bahwasanya untuk menjadi seorang pemimpin dimasa yang akan datang, itu tidak bisa instan saja. Namun harus diusahakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diketahui.
Pertama, anda harus menumbuhkan tsiqoh atau kepercayaan diri, yaitu kepercayaan diri yang menumbuhkan sikap optimis. Karena jika Anda tidak bisa menumbuhkan tsiqoh Anda sendiri, maka tidak akan mampu memberikan hal terbaik dalam diri sendiri.
"Yang kedua, untuk menjadi pemimpin yang akan datang, Anda harus melatih diri untuk disiplin. Jika Anda tidak menerapkan kedisiplinan, maka mengungkapkan akan menjadi pemimpin masa mendatang," Ustadz HM Zulfadhli El-Yusufi, dalam pembukaan Leadership Fun Training di Hall Sulaiman Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar, Senin (19/9).
Kemudian, ketiga adalah ilmu. Insya Allah hari ini dalam acara Leadership Fun Training akan menggali ilmu masalah kepemimpinan.
"Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- Mengarahkan kepadaku, "Wahai Abu Dzar, sesungguhnya aku melihatmu orang yang lemah, dan sesungguhnya aku mencintai kamu apa yang aku cintai untuk diriku sendiri. Janganlah engkau menjadi pemimpin atas dua orang dan janganlah pula engkau mengurus harta anak yatim!" HR Muslim.
Kata ustadz, tidak disangkal lagi bahwa Abu Dzar merupakan sahabat yang semangat zuhud, namun alasan nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam melihat kepemimpinan bahwa Abu Dzar yang lemah.
Namun saat ini banyak juga para ustadz yang memiliki ilmu namun juga memiliki kepemimpinan yang kuat. Namun ada pula ustadz yang memiliki ilmu, namun lemah dalam kepemimpinan. Meski banyak ustadz yang memiliki ilmu dan semangat kepemimpinan yang ada, namun itu saja tidak cukup. Maka perlu ilmu manajemen.
Inilah kesempatan bagi santri untuk menambah ilmu dan menjadi pemimpin di masa mendatang.
"Pesan ustadz, bagi antum semua luruskan niat, ikhlas karena Allah SWT. Mencari ilmu untuk kemajuan diri kita dan mudah-mudahan bisa mendapatkan manfaat untuk masa depan," tutupnya.
Sementara Kepala MA Diniyyah Al-Azhar, Ustadz Sunandar, S.Si menyampaikan kegiatan leadership fun training yang digelar kedua. Semoga dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan menumbuhkan potensi yang dimiliki santri.
"Saya berharap ananda semua mengikuti acara ini dengan baik. Jangan lupa hadir dalam acara ini. Harap ikuti acara ini, karena kegiatan ini sangat penting dalam mengelola potensi dan pengembangan karakter kita. Serta pengembangan kepemimpinan,".
Pimpinan Fikra Smart Training, Arfendi Hendri menambahkan bahwa kegiatan pelatihan kali ini merupakan angkatan kedua. Bila tahun sebelumnya siswa kelas XII Diniyyah Al-Azhar telah mengikuti dan hari ini angkatan kedua.
"Kita selama satu minggu akan belajar bersama di sini. Kita akan belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. Seorang yang akan mempersiapkan masa depan untuk menjadi pimpinan umat. Dimana pun profesinya berada. Apakah nanti menjadi ASN, karyawan swasta atau lainnya. Maka hari ini diarahkan agar dapat nanti memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar. Kontribusi terhadap umat Islam. Kita akan melatih bersama tim instruktur. Kita saling berbagi pengalaman dan bisa ambil ilmunya,".
berharap pelatihan kepemimpinan yang menyenangkan kali ini bukan hanya bermanfaat hari ini, namun juga untuk masa mendatang. Kemudian berharap ilmu yang didapat dari pelatihan yang menyenangkan ini bisa diaplikasikan kedepan.
Ada beberapa hal yang akan dimunculkan, diantaranya kemampuan para peserta dalam berbicara. Sebab tidak mungkin memberikan solusi jika tidak bisa berkomunikasi dengan baik. "Tidak bisa bicara di depan umum, jika hari masih malu untuk berbicara, maka satu pekan kedepan akan bisa berbicara di depan orang," katanya.
Kedua membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Ketiga membangun adanya ukhuwah islamiyah yang bisa dikembangkan satu pekan kedepan.
"Sehingga kita bisa menjadi orang terbaik dan memiliki ukhuwah islamiyah," katanya. Serta beberapa kegiatan lainnya di ruangan serta di lapangan dan semuanya dipandu oleh instruktur. (merah)