Umi Hj Rosmaini Buka Resmi Raker Tahunan Diniyyah Al-Azhar Jambi, Ini Pesan yang Disampaikan!

- Rabu, 29 Juni 2022, 09:53 AM
Ustadz H. Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM

DSantri.ID, Jambi - Perguruan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi dan Tebo menggelar Rapat Evaluasi Kerja (Raker) Tahunan, Rancangan Kerja dan Training yang berlangsung baik secara daring dan luring. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Umi Hj Rosmaini MS, M.Pd.I, serta mendengarkan arahan penting dari Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Ustadz H Moch Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM baik di Masjid Al Azhar Jambi, Selasa (28/6).

Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H M. Dzulfadli El-Yusufi, Lc, M.Pd, Wakil Direktur Pendidikan Ustadz H Abdul Muhaimin, B.Sy.E, ME. Serta kepala sekolah, kepala divisi, guru dan karyawan di Jambi, Bungo dan Tebo.

Dalam kesempatan itu Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Ustadz H Moch Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM menyampaikan beberapa hal yang penting dan disimak oleh seluruh karyawan. 

 

Apapun yang dikerjakan, baik sebagai guru, dokter, bagian kebersihan, bagian keuangan, bagian TU dan lainnya, semuanya akan sangat berarti jika apa yang dikerjakan betul-betul ikhlas sebagai penghambaan dan ibadah kepada Allah SWT. "Jika sebaliknya maka sia-sialah apa yang dikerjakannya," katanya.

 

Dalam rapat ini, katanya, sudah dimulai rangkaian persiapan tahun ajaran 2022-2023. Perlu adanya evaluasi baik kinerja, serta apa yang sudah dicapai oleh guru dan karyawan. Sehingga baik kekurangan dan kelebihan sebelumnya menjadi panduan menjalankan program kedepannya.

"Maka kita fokuskan untuk tahun ajaran baru dengan memaksimalkan pikiran, mencari ide-ide yang baru, untuk menyelesaikan masalah yang sudah dijalani. Lalu mencari ide dan solusi terbaru," katanya.

 

Kata Ustadz, untuk capaian hasil yang baik wajib dipertahankan, namun tak lupa mencari inovasi-inovasi baru. Ustadz juga mengingatkan agar tak hanya memperhatikan siswa yang berprestasi saja, namun juga dengan siswa yang prestasinya belum maksimal. Hal itu merupakan tanggung jawab bersama.

 

"Jika ada anak-anak yang sudah hafal Al-Qur'an 10 juz, 12 juz hingga 20 juz. Namun, tolong juga dipikirkan juga anak-anak yang hafalan Al-Qur'an masih 3 juz kebawah. Itu yang namanya pendidikan. Universal (menyeluruh)," tegasnya. 

 

Ustadz juga mengingatkan bahwa setiap kita adalah pemimpin, maka setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban. Baik apakah itu wali kelas, waka kesiswaan, kepsek, kepala Divisi, Direktur Pendidikan hingga Ketua Yayasan adalah pemimpin. "Semua pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya," katanya. 

 

Namun ustadz berharap kepada seluruh karyawan untuk tidak takut jika kinerja tidak baik dan kemudian ditegur oleh pemimpin. Namun, takutlah kepada diri sendiri dengan pertanggungjawaban di Yaumil Hisab nanti.

 

"Bagaimana kita membiarkan anak-anak tidak mendapatkan haknya. Tidak mendapatkan kesempatannya, dan menjadi penentu masa depan mereka. Hal inilah yang patut kita fahami," ujarnya.

 

Tak hanya itu kembali ustadz mengingatkan untuk menjadi orang yang bersyukur maka cintailah profesi yang dijalankan. 

"Jika seorang guru mengajar dengan senang hati, maka murid pun belajar dengan senang hati. Jika sebaliknya gurunya tidak senang hati mengajar maka muridnya pun tidak senang hati belajar," ujar Ustadz.

 

Ustadz menjelaskan bahwa sebagai pemimpin berkewajiban untuk mengarahkan kepada seluruh guru dan karyawan. Sebab roda organisasi bisa berjalan baik jika staf, karyawan yang bisa searah, dan satu tujuan. Serta memahami visi dan misi lembaga ini didirikan. 

 

Maka dari itu, evaluasi itu wajib dilakukan sebab untuk melihat sejauh mana visi dan misi dicapai dan seberapa besar keberhasilan dicapai. 

 

"Baik apa yang sudah dilakukan ataupun yang belum dilakukan. Sesuai dengan altakhtit qabl altanfidh (perencanaan sebelum pelaksanaan). Apapun itu Ustadz mengajarkan kita persiapkan diri sebelum kita melakukan sesuatu. Jika kita tahu tujuan dan visi misi kita maka bakal mempersiapkan diri," katanya 

 

Maka, harus memahami visi misi dari awal. Memahami sejarah dan bagaimana berdirinya lembaga ini dan tujuan serta visi dan misinya.

 

"Faham sejarah, dan faham dengan visi misi berdirinya lembaga ini. Maka kita akan akan tahu apa fungsi kita ini sebagai apa," tambahnya.

 

Setelah dilakukan evaluasi maka berlanjut kepada perencanaan (planning) kedepannya. Terutama bagaimana sebuah tim harus memahami tugas dan fungsi serta pembagian tugasnya. Dan pada muaranya hasil yang dicapai.

 

Dalam kesempatan itu pula Ustadz menjelaskan tujuan dari pelajaran bidang Azhari kepada siswa. Yakni bagaimana siswa mampu menghafalkan dan mengamalkannya. 

 

"Tujuan pembelajaran Azhari bukan menghasilkan nilai yang tinggi, tetapi memaksimalkan pemahaman dan pengamalan yang kuat kepada siswa," tegasnya. 

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka resmi Raker oleh Umi Hj Rosmaini MS, M.Pd.I. 

 

Umi memberikan pesan kepada seluruh guru, karyawan Diaz awal berdirinya Diniyyah Al-Azhar ini. Dan bagaimana Umi melangkah maju membesarkan sekolah dengan segenap hati. 

Kata Umi, setiap orang yang sukses berawal dari mereka pernah menjadi murid. Mereka berjuang dan sukses. Begitu pula dengan Umi, dirinya tidak ingin waktu berlalu dengan sia-sia tanpa ada yang bisa dikerjakan. 

 

"Hal itu pula yang membuat umi berusaha dan bisa mengembangkan sekolah ini seperti yang ananda lihat saat ini. Jika diingat-ingat hanya bermodal sarjana muda, dan melihat dari latar belakang orang tua umi hanya polisi, bukan ulama. Dalam bekerja memiliki prinsip pantang tidak ada hasilnya," kata Umi.

 

Umi juga menceritakan bagaimana proses saat dirinya menempuh pendidikan S1 disaat usia 45 tahun dan berlanjut S2 di usia 55 tahun dan bukan usia muda lagi. Sehingga umi berharap kepada guru dan karyawan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

 

"Insya Allah jika kita berniat baik akan mendapatkan apa yang kita inginkan," kata Umi. 

 

Agenda dilanjutkan dengan Training kepada seluruh karyawan dan guru oleh Ustadz H Moch Hafizh El-Yusufi MM. (red)


Tags

Artikel Terkait

X